Arti Persahabatan

7 05 2009

Pada dahulu kala hiduplah seekor kura-kura dan seekor burung elang.
Walaupun sang kura-kura dan elang jarang bertemu karena sang kura-kura
lebih banyak menghabiskan waktu disemak-semak sedangkan sang elang lebih banyak terbang, namun tidak menghalangi sang elang untuk selalu mengunjungi
teman kecilnya yang baik hati, sang kura-kura.

Keluarga sang kura-kura sangat ramah dan selalu menyambut kedatangan sang
elang dengan gembira. Mereka juga selalu memberi sang elang makanan
dengan sangat royalnya. Sehingga sang elang selalu berkali-kali datang
karena makanan gratis dari keluarga kura-kura tersebut.
Setiap kali sehabis makan dari keluarga kura-kura sang elang selalu
menertawakan sang kura-kura : “ha ha betapa bodohnya si kura-kura, aku dapat
merasakan kenikmatan dari makanan yang selalu dia berikan,
namun tidak mungkin dia dapat merasakan nikmatnya makananku
karena sarangku yang terletak jauh diatas gunung”

Karena begitu seringnya sang elang menertawakan dan dengan egoisnya
menghabiskan makanan sang kura-kura, maka seluruh hutan mulai menggunjingkan
sikap sang elang tersebut. Para penghuni hutan tersebut merasa tidak
suka dengan sikap seenaknya sang elang kepada sang kura-kura yang baik hati.
Suatu hari seekor kodok memanggil kura-kura yang sedang berjalan dekat sungai.
“Hai temanku sang kura-kura, berilah aku semangkok kacang polong, maka aku akan
memberikan kata-kata bijak untukmu” seru sang kodok.
Setelah menghabiskan semangkuk kacang polong dari sang kura-kura, sang kodok
berkata lagi: “kura-kura, sahabatmu sang elang telah menyalahgunakan
persahabatan dan kebaikan hatimu. Setiap kali sehabis bertamu di sarangmu,
selalu saja dia mengejekmu dengan berkata ” ha ha betapa bodohnya si kura-kura,
aku dapat merasakan kenikmatan dari makan yang selalu dia berikan, namun
tidak mungkin dia dapat merasakan nikmatnya makananku karena sarangku yang
terletak jauh diatas gunung”. Pada suatu hari nanti sang elang akan datang
kembali dan akan meminta sekeranjang makanan darimu dan berjanji akan
memberikan makanan kepadamu dan anak-anakmu”

Benarlah yang dikatakan oleh sang kodok, sang elang datang dengan membawa
keranjang dan seperti biasanya sang elang menikmati makanan dari sang kura-kura.
Sang elang berkata: “hai temanku kura-kura, ijinkan aku mengisi keranjangku
dengan makanan darimu, maka akan kukirimkan kepada anak istriku dan istriku akan
memberimu makanan buatannya untuk istri dan anakmu”. Kemudian sang elang
terbang dan kembali menertawakan sang kura-kura. Maka segeralah sang kura-kura
masuk kedalam keranjang tersebut dan ditutupi dengan sayuran buah-buahan oleh
istrinya, sehingga tidak terlihat. Ketika sang elang kembali, istri sang kura-kura
mengatakan bahwa suaminya baru saja pergi dan memberikan keranjang penuh
berisi makanan kepada sang elang. Sang elang segera bergegas terbang sambil membawa keranjang tersebut.

Kembali dia menertawakan kebodohan sang kura-kura. Namun kali ini sang
kura-kura mendengar sendiri perkataannya. Sampailah mereka di sarang
sang elang, dan sang elang segera memakan isi keranjang tersebut sampai habis.
Betapa terkejutnya melihat sang kura-kura keluar dari keranjang tersebut.
“Hai temanku sang elang, engkau sudah sering mengunjungi sarangku namun belum
pernah sekalipun aku mengunjungi sarangmu. Kelihatannya akan sangat
berbahagianya aku kalau dapat menikmati makananmu seperti engkau menikmati
makananku.” Betapa marahnya sang elang karena merasa tersindir. Dengan marah
ia mematuk sang kura-kura.Namun berkat batok rumah sang kura-kura yang keras,
kura-kura tidak dapat dipatuk oleh sang elang. Dengan sedihnya sang kura-kura
berkata: “Aku telah melihat persahabatan macam apa yang engkau tawarkan padaku
hai sang elang. Betapa kecewanya aku. Baiklah antarkan aku kembali ke sarangku
dan persahabatan kita akan berakhir.” Sang elangpun berkata :”Baiklah kalau itu
maumu. Aku akan membawamu pulang” Namun timbul pikiran jahat pada diri sang
elang. “Aku akan menjatuhkanmu dan memakan sisa-sisa dirimu” pikirnya lagi.

Begitulah, sang kura-kura memegang kaki sang elang yang terbang tinggi.
“lepaskan kakiku” seru sang elang marah. Dengan sabar sang kura-kura menjawab:
“Aku akan melepaskan kakimu apabila engkau sudah mengantarkanku pulang ke
sarangku” dengan kesal sang elang pun terbang tinggi, menungkik dan
menggoyang-goyangkan kakinya dengan harapan sang kura-kura akan jatuh. Namun
tidak ada gunanya. Akhirnya dia menurunkan sang kura-kura di sarangnya,
dan segera terbang tinggi dengan perasaan malu

Ketika sang elang terbang, sang kura-kura berseru : ” Hai temanku persahabatan
membutuhkan rasa saling membagi satu dengan lainnya. Aku menghargaimu dan
kaupun menghargaiku. Namun bagaimanapun, sejak engkau menjadikan
persahabatan kita hanya permainan, mentertawakan keramahan keluargaku dan
aku maka sebaiknya engkau tidak usah lagi datang kepadaku”.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: