Little Farmer : Agrowisata Tempat Bermain & Belajar

8 05 2009

Di tempat ini, anak-anak tidak hanya bisa menikmati asyiknya bercocok tanam dan beternak tapi juga segarnya susu murni dan ranumnya buah stroberi.

Sekilas tidak ada yang asing dari lahan agrowisata yang terletak di kaki gunung Tangkuban Perahu ini. Seperti halnya lahan pertanian lain, Little Farmer (LF) merupakan lahan perkebunan yang luas. Beragam buah-buahan
dan sayuran seperti wortel, selada, lobak, tomat, stroberi, anggrek, dan arbei ditanam di lahan seluas 28 hektar ini. Sementara udara dingin yang menusuk tulang membuat para pengunjung enggan melepas mantel tebalnya.
Suasana wisata sudah mulai terasa saat memasuki gerbang LF. Aneka tulisan warna-warni yang berfungsi sebagai penunjuk jalan, juga penataan lahan dan fasilitas yang ada membuktikan LF bukan lahan pertanian biasa.

Fauzan Rahimi, salah seorang instruktur, menuturkan, LF dibangun tahun 1996 secara tak sengaja. Saat itu, perkebunan yang berada di bawah perusahaan farmasi Bio Farma mendapat kunjungan dari salah satu TK yang
berlokasi di Bandung. “Pihak sekolah ingin mengenalkan anak didiknya bagaimana tanaman tumbuh dan berkembang. Selain ingin melihat secara langsung bagaimana memanen aneka tanaman dan buahan-buahan tersebut,” tutur pria yang masih kuliah di Fakultas Pertanian UNPAD ini.
Berangkat dari pengalaman itulah pihak Bio Farma melalui koperasi karyawannya berniat mengubah lahan pertanian mereka menjadi lahan edukasi pertanian bagi anak-anak. Akhirnya, pada bulan Oktober 2001 lahan agrowisata tersebut secara resmi dibuka untuk umum dengan nama “Little Farmer”. “Kami ingin membawa anak-anak mengenal sejak dini proses bercocok tanam, beternak hewan dan memanen.”

WISATA TERNAK YANG MENGAGUMKAN

Saat ini LF memiliki 25 kandang sapi, 100 kandang kelinci, dan belasan kandang hamster. Anak-anak yang berkunjung akan ditemani seorang instruktur. Banyaknya instruktur tentu disesuaikan dengan jumlah
pengunjung. Biasanya seorang instruktur mendampingi 10-15 anak.

Kunjungan dimulai dengan mengajak anak-anak yang dibagi secara berkelompok untuk melihat-lihat aneka ternak.
Selama perjalanan, pengunjung cilik akan mendapat segudang informasi mengenai ternak yang ada di kandang. Saat berada di area peternakan sapi, contohnya, selain boleh mencicipi susu murni, instruktur akan menerangkan bagaimana kehidupan hewan memamah biak ini, termasuk apa makanannya dan bagaimana sistem reproduksinya.
Mayoritas pengunjung menunjukkan antusiasme dengan ikut memberi makan dan mengelus-elus sapi-sapi di situ. Meski ada juga yang terlihat ketakutan saat baru mendekatinya. Bahkan ada pula yang langsung ingin pulang hanya karena tak kuat mencium bau tak sedap kotoran sapi.

Dari kandang sapi, mereka akan diajak menyaksikan dari dekat kehidupan keluarga kelinci. Ada kelinci yang berbulu seperti singa, atau kelinci amerika yang memiliki aneka warna menarik, dan ada kelinci belanda yang
berwarna abu-abu. Anak-anak umumnya tak bisa menyembunyikan kekaguman mereka pada binatang imut ini. Terlebih saat diperlihatkan keluarga hamster, spontan mereka berlomba-lomba ingin mengelus-elus binatang yang
mirip tikus ini.

WISATA KEBUN YANG MENARIK

Selain wisata ternak, anak-anak juga mendapat informasi lengkap tentang bagaimana bercocok tanam. Di sini mereka akan diajak menelusuri lahan perkebunan wortel. Menariknya, pengunjung bukan sekadar mendapatkan
teori, tapi juga turun langsung menanam bibit wortel yang diawali menggali tanah, memasukkan bibit, kemudian kembali menguburkannya. Bahkan diajarkan pula bagaimana agar bibit wortel tersebut bisa tumbuh dengan baik, yakni dengan menyiram dan memberinya pupuk di lahan yang ditanami wortel tadi.

Anak-anak lantas diajak ke kebun wortel yang sudah siap panen. Dihadapan tanaman wortel yang berjajar rapi, mereka mendapat penjelasan mengenai daun, batang, dan akar wortel. Merasa tidak tahu harus berbuat apa, mereka kemudian serentak menanyakan bagaimana caranya memanen wortel. Apakah dengan dipetik, ditarik daunnya atau dicabut sampai ke akarnya.

Selesai memanen, bocah-bocah cilik itu kemudian dengan bangga memamerkan wortel merah hasil cabutannya. Jepret…jepret… bidikan kamera poket yang dibawa para guru segera mengabadikan momen tersebut.
Usai berkeliling, pengunjung bisa menyantap olahan sayur mayur yang ditanam di LF. Tentu saja selera makan mereka jadi tergugah karena makan siang disajikan di sebuah saung terbuka dengan pemandangan alam air
terjun Curug Cimahi yang dikelilingi hutan pinus.

AKTIVITAS MENANTANG

Tidak hanya itu. Di LF anak-anak juga bisa melakukan aktivitas lain yang menantang seperti outbound. Salah satunya Flying Fox yang memungkinkan pengunjung cilik meluncur dari satu pohon ke pohon lainnya hanya dengan
menggunakan tali. Anak-anak pun bisa menyusuri aliran sungai di kaki bukit Tangkuban Perahu. Sementara jembatan goyang yang bisa membuat anak-anak basah oleh percikan air membuat mereka semakin dekat dengan
alam. Kalau mau, anak-anak juga bisa menikmati indahnya pemandangan sekeliling LF dengan berkuda.

Demi kelancaran kegiatan, pihak LF meminta peserta yang akan berkunjung menghubungi petugas LF beberapa hari sebelum kedatangan. Perlu dicatat, kantor LF buka setiap hari Senin sampai Jumat mulai pukul 16.00.
Sedangkan khusus Sabtu dan Minggu dari pukul 07.30 sampai pukul 14.00.

Saeful Imam.
Alamat: Little Farmer
Jl. Kolonel Masturi 339, Cisarua, Cimahi


Actions

Information

One response

7 05 2013
Fransisca batcheba

Minta alamat lengkapanya dan no tlpnya dan di kenakan biaya berapa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: