Gangguan Bicara dan Bahasa

9 06 2009

Gangguan bicara merupakan salah satu masalah yang sering terjadi pada anak – anak. Diperkirakan sekitar 4-5% anak – anak menderita gangguan bicara dan bahasa. Deteksi dini perlu ditegakkan agar penyebabnya dapat segera dicari sehingga pengobatan serta pemulihannya dapat dilakukan seawal mungkin.

Anak yang mengalami gangguan pendengaran pada usia dibawah 3 tahun yang terlambat untuk ditangani atau diberi alat bantu dengar akan kehilangan kesempatan untuk mengembangkan system komunikasi non verbal oleh dirinya sendiri, maka kesempatan untuk mengajarinya agar mampu berbicara yang dapat dimengerti telah hilang.

Orang tua lah yang harus peka terhadap berbagai kelainan pada perkembangan kemampuan bicara dan bahasa anak.

Di bawah ini ada panduan yang bisa dijadikan patokan adanya kelainan gangguan bicara dan bahasa pada anak. Hubungi dokter anak anda bila ada gejala yang anda jumpai pada anak anda.

Dokter anak akan melakukan penilaian lebih lanjut untuk menilai apakah memang ada gangguan perkembangan bahasa.

Aram DM (1987) dan Towne (1983), mengatakan bahwa dicurigai adanya gangguan perkembangan kemampuan bahasa pada anak, kalau diketemukan gejala – gejala sebagai berikut :

  • Pada usia 6 bulan anak tidak mampu memalingkan mata serta kepalanya terhadap suara yang datang dari belakang atau samping.
  • Pada usia 10 bulan anak tidak memberi reaksi terhadap panggilan namanya sendiri.
  • Pada umur 15 bulan tidak mengerti dan memberi reaksi terhadap kata – kata jangan, da -da, dan sebagainya.
  • Pada usia 18 bulan tidak dapat menyebut sepuluh kata tunggal.
  • pada usia 21 bulan tidak memberi reaksi terhadap perintah (misalnya duduk, kemari, berdiri).
  • pada usia 24 bulan tidak dapat menyebut bagian – bagian tubuh.
  • Pada usia 24 bulan belum mampu mengetengahkan ungkapn yang terdiri dari 2 buah kata.
  • Setelah usia 24 bulan hanya mempunyai perbendaharaan kata yang sangat sedikit/tidak mempunyai kata – kata hurf z pada frase.
  • Pada usia 30 bulan ucapannya tidak dapat dimengerti oleh anggota keluarga.
  • Pada usia 36 bulan belum dapat mempergunakan kalimat – kalimat sederhana.
  • Pada usia 36 bulan tidak bisa bertanya dengan menggunakan kalimat Tanya yang sederhana.
  • Pada usia 36 bulan ucapannya tidak dimengerti oleh orang di luar keluarganya.
  • Pada usia 3,5 tahun selalu gagal untuk menyebutkan kata akhir (ca untuk cat, ba untuk ban dan lain – lain ).
  • Setelah usia 4 tahun tidak lancar berbicara ( gagap).
  • Setelah usia 7 tahun masih ada kesalahan ucapan.
  • Pada usia berapa saja terdapat hipernasalitas atau hiponasalitas (sengau/bindeng) yang nyata atau mempunyai suara yang monoton tanpa berhenti, sangat keras dan tidak dapat didengar serta terus menerus memperdengarkan suara serak.

Sumber : Tumbuh Kembang Anak. Dr. Soetjiningsih,SpAK. EGC


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: