Otak-Atik Asyik dengan Puzzle

10 06 2009

Puzzle adalah permainan klasik. Memang bukan asli dari Indonesia. Sehingga pada awalnya, puzzle adalah produk impor. Kini mainan ini telah tersedia di berbagai toko mainan, bahkan toko buku. Beragam puzzle dari berbagai bahan dan tingkat kesulitan sesuai tahapan perkembangan balita dapat Anda peroleh dengan mudah.

Menyelesaikan masalah, mengasah keterampilan. Mengapa puzzle tak lekang oleh masa? Karena puzzle selalu bisa muncul dengan berbagai gambar menarik, sesuai tokoh kartun anak-anak yang sedang tren. Lagipula bermain puzzle banyak manfaatnya. Ini sesuai dengan pendapat para ahli perkembangan!

Puzzle ternyata dapat membantu anak belajar memecahkan masalah. Dengan mencoba beberapa cara memasangkan kepingan berupa potongan-potongan gambar maka balita dilatih untuk berpikir kreatif. Permainan puzzle juga mengasah ketekunan anak, dalam memecahkan masalah, tentunya.

Ketika jemari mungilnya harus memasangkan kepingan tipis yang, terbuat dari kayu atau lempeng karton, maka bermain puzzle akan mengasah ketrampilan motorik halus. Semakin terampil jari-jemari balita, memasangkan kepingan sesuai bentuk tepian, akan semakin mudah dilakukan.

Memadukan atau memasangkan kepingan puzzle membantu anak secara aktif mengembangkan kemampuan membuat kesimpulan (dari sebuah masalah), memahami logika sebab-akibat dan gagasan bahwa obyek yang utuh sebenarnya tersusun dari bagian-bagian yang kecil.

Berkembang bertahap. Sebagaimana halnya dengan kemampuan anak menyusun menara dari balok, kemampuan anak bermain puzzle pun berkembang secara bertahap. Si dua tahun, misalnya sudah tertarik dengan kegiatan menyusun puzzle dengan hasil akhir figur hewan kesayangannya. Tetapi tentu masih berupa puzzle dengan kepingan besar yang terdiri dari 2 – 3 potong.

Semakin hari ketrampilan dan kemampuan pemahamannya semakin berkembang, sehingga ia mulai dapat menyelesaikan puzzle yang jumlah kepingannya 4 – 6. Semakin lama, semakin banyak jumlah kepingannya, dan bentuknya semakin kecil dan rumit.

Di usia prasekolah perhatian balita terhadap ciri fisik obyek (bentuk, warna, tekstur dan lainnya) semakin detil. Jadi, si prasekolah pun semakin piawai saja menyusun kepingan puzzle menjadi sebuah sebuah gambar besar utuh yang hasil akhirnya menggambarkan ciri detil.

src : ayahbunda.co.id


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: