Bilingual Tidak Efektif, Dual Language Solusinya

22 06 2009

Menurut hasil riset terbaru, sistim pendidikan bilingual di Indonesia selama ini kurang efektif, karena mengabaikan Bahasa Indonesia. Dampaknya baru akan terasa ketika anak masuk ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi.

Dr. David Freeman, Professor of Curriculum and Instruction, dan Dr. Yvonne Freeman, Professor of Bilingual Education dari Amerika Serikat, mengungkapkan hasil risetnya mengenai pendidikan bilingual yang lebih menekankan pada penggunakan bahasa asing di sekolah. Menurut Freeman penguasaan bahasa asing itu penting, tapi jangan sampai mengabaikan bahasa pertama atau bahasa ibu anak, dalam hal ini Bahasa Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh suami-istri Freeman dalam seminar yang diadakan oleh Sekolah High/Scope Indonesia mengenai ‘Dual Language, Theory and Effective Program’, Rabu, 13 Mei lalu. Seminar ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional.

Dalam seminar tersebut dijelaskan juga hasil riset dari Thomas&Collier tahun 1997 terhadap pelajar di Amerika Serikat. Anak-anak yang pendidikan awalnya menggunakan bahasa pertama (Bahasa Inggris) memiliki tingkat akademik yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak lain yang pendidikan awalnya menggunakan bahasa asing (Bahasa Spanyol).

Menyadari pentingnya bahasa pertama di samping Bahasa Inggris ini, program Dual Language dianggap sebagai solusi dari permasalahan akademik yang akan dihadapi anak di masa depannya. Program Dual Language mengacu pada additive program, yaitu menyelaraskan penggunaan bahasa pertama dan bahasa asing.

Hal ini berhubungan erat dengan pembentukan konsep awal akademik anak. Anak-anak yang memiliki konsep akademik yang kuat dalam bahasa pertamanya, dapat memiliki kemampuan akademik yang baik pula dalam bahasa asing. Namun sebaliknya, anak-anak yang tidak kuat konsep akademik dalam bahasa pertamanya, juga tidak memiliki kemampuan akademik yang kuat dalam kedua bahasa tersebut.

Masih terkait dengan penelitian Freeman di Washington, Amerika Serikat, menunjukkan bahwa anak-anak yang menjalankan program Dual Language, di mana kemampuan akademiknya kuat, baik itu dalam bahasa pertamanya maupun bahasa asing, lebih sukses dan dibayar tinggi ketika bekerja di perusahaan-perusahaan.

Menurut Antarina S.F Amir, Managing Director Sekolah High/Scope Indonesia, dalam praktek program Dual Language, sistim pengajarannya menggunakan dua bahasa tersebut. Ada mata pelajaran yang menggunakan Bahasa Indonesia dan ada mata pelajaran yang menggunakan Bahasa Inggris. Lalu dalam review, view, dan preview yang menggunakan bahasa lainnya. Cara penerapan Dual Language lainnya adalah dengan menetapkan ‘Language of The Day’ secara bergantian antara Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Dengan demikian anak memahami konsep baik dalam Bahasa Indonesia, maupun Bahasa Inggris. Kemampuan berbahasa Indonesia anak pun diasah.

Hingga saat ini, Sekolah High/Scope Indonesia adalah sekolah pertama di Indonesia yang menggunakan program Dual Language. Menurut Antarina, program ini sudah dilakukan selama dua tahun belakangan ini, namun hasilnya masih belum dapat dilihat.

“Kebanyakan sekolah yang mencoba menjalankan program ini dan gagal adalah mereka yang tidak sabar dalam menguji-cobakan Dual Language di sekolahnya. Memang butuh kesabaran, karena hasilnya mungkin baru bisa dilihat empat tahun kemudian, tergantung pada masing-masing anak,” kata Antarina

src : ayahbunda.co.id


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: