Amandel pada Anak

25 06 2009

Tonsil atau amandel merupakan bagian dari tubuh yang mulanya ada gunanya, tetapi sampai pada saat tertentu justru bisa mengganggu kesehatan. Amandel tersebut berada di sekitar tenggorokan. Menurut dr Bambang Hari Santosa, Sp THT dari Siloam Hospitals Lippo Cikarang, amandel sebenarnya berfungsi sebagai barier atau pertahanan tubuh terhadap penyakit yang melewati mulut.

Pertahanan tersebut terdiri dari beberapa pasang yang disebut sebagai ring walldayer. Setiap bakteri yang masuk melalui mulut tidak segera tertelan ke dalam tubuh atau menyerang bagian tubuh, tetapi ditahan oleh bagian ini. Pertahanan tubuh ini efektif bekerja pada anak sampai usia menginjak 13 atau 14 tahun.

Pada usia lebih dari yang disebutkan, bagian amandel ini sudah tidak berfungsi lagi sebagai pertahanan tubuh terhadap penyakit. Justru sebaliknya, menjadi potensial untuk infeksi. “Karena sudah tidak ada fungsinya, ini malah bisa kena infeksi,” ungkap Bambang.

Orang yang terserang amandel biasanya mengalami radang tenggorokan dan sulit untuk makan atau minum. Menelan apa pun rasanya sakit, sehingga ini sangat mengganggu akan aktifitas kehidupan seseorang.

Anak yang terserang peradangan amandel memiliki gejala antara lain setiap dua atau tiga bulan sekali terkena sakit panas. Anak yang selalu mengalami sakit panas dengan waktu yang demikian, bisa saja ini disebabkan karena amandel. Yang lain adalah kalau tidur ngorok, ini tidak wajar terjadi pada anak-anak.

Biasanya anak-anak tidak ngorok, karena memang bagian pernafasannya masih bagus. Sehingga bila dia ngorok bisa terjadi, karena adanya peradangan, kemudian kesulitan bernapas saat tidur.

Hal ini menjadikan suplai oksigen ke otak kurang, sehingga anak sering mengalami mimpi buruk. Terbangun tengah malam dan menangis. Ini biasanya disebut sleep apnoe.

Kondisi yang demikian sudah mengganggu bagi si anak. Ini juga bisa berlanjut hingga terjadinya radang tenggorokan.

“Kalau sudah demikian, sebaiknya dilakukan operasi pengangkatan amandel. Disarankan bila anak usianya sudah di atas enam tahun. Ini untuk memudahkan bagi diri pasien sendiri. Sebab kalau usia terlalu kecil, tidak bisa tenang, sehingga nantinya malah bisa membuat anak tersebut jadi rewel,” jelas Bambang.

Infeksi amandel ini bukan hanya terjadi pada anak-anak, tapi pada orang dewasa juga bisa terkena. “Biasanya kalau orang dewasa operasinya mudah, sekitar setengah jam. Hanya saja masa pemulihannya lebih lama dibanding dengan anak-anak,” kata Bambang lagi.

Selain itu, terlalu banyak minum es atau banyak makan permen coklat juga bisa memicu terjadinya radang. [ARS/M-15]

Sumber: SUARA PEMBARUAN DAILY


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: