Hangatkan Relasi Ortu-Anak di Meja Makan

2 08 2010

Para orang tua kerap kesulitan berkomunikasi menghadapi anaknya yang mulai menginjak remaja. Seringkali obrolan sederhana jadi rumit karena pesan yang dimaksud tidak ditangkap dengan baik. Namun, sebuah studi menyebutkan membiasakan santap malam antara remaja dan orang tua dapat mengurangi miskomunikasi ini.

Riset para ahli dari University of Minnesotta School of Nursing dan diterbitkan Journal of Family Psychology edisi Juni menyatakan, komunikasi orang tua dan anak menurun setelah anak-anak masuk SMP. Melalui makan malam bersama, hubungan yang kian merenggang dapat dijalin lagi supaya erat.

Remaja yang sering makan malam bersama orang tuanya terlihat tidak begitu mengalami hambatan komunikasi selama tiga setengah tahun dibanding remaja yang jarang atau tak pernah makan malam bersama orangtua.

Hasil penelitian menyebutkan, makan malam bersama keluarga pada masa awal anak-anak beranjak remaja dapat berefek pada komunikasi jangka panjang yang lebih baik.

“Bahkan jika remaja jarang makan malam bersama setelah menginjak SMA, namun setidaknya mereka pernah makan malam bersama ketika mereka masih kecil, dan itu merupakan point penting yang berdampak pada baiknya hubungan komunikasi jangka panjang, ” kata Jayne Fulkerson, pimpinan riset.

Survei dilakukan pada sekitar 5.000 siswa sekolah menengah di sekolah umum di Chicago. Peserta disurvei dari awal masuk hingga kelas enam akhir dan sekali lagi pada akhir kelas tujuh dan delapan.

Peserta disurvei seberapa sering mereka makan malam bersama orang tua mereka (tidak pernah, bahkan hampir tidak, kadang-kadang, banyak atau sepanjang waktu). Peneliti juga bertanya seberapa sering orang tua mereka bercakap-cakap dengan mereka selama lebih dari 10 menit, memuji mereka ketika mereka melakukan sesuatu dengan baik, menanyakan ke mana mereka akan pergi dan menanyakan apa yang mereka lakukan di sekolah.

Selain itu, faktor proteksi keluarga yang ditentukan oleh ras, etnis, gender, status dan sosial ekonomi yang tinggal bersama anak juga ikut menentukan hasil survei.

Menurut Fulkerson, makan bareng keluarga adalah kesempatan yang baik untuk tetap menjalin komunikasi dengan anak-anak. “Anda jadi tahu apa yang terjadi dalam hidup mereka dan lebih memahami mereka,” kata Fulkerson.

Fulkerson juga menyarankan menghindari topik yang mungkin menjadi titik konflik untuk orang tua dan anak-anak, seperti nilai dan pekerjaan rumah.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: