Merangsang Anak Belajar

1 06 2009

Anda ingin si kecil memiliki antusiasme yang tinggi untuk belajar dan berprestasi kelak? Beberapa cara berikut dapat Anda coba.

Lihatlah di halaman sebuah Taman Kanak-kanak. Sebagian anak tampak senang sekali dengan situasi sekolahnya. Anak-anak ini seakan memiliki otak seperti sebuah spons, menyerap apa saja yang terjadi di lingkungannya dengan antusias. Anak-anak seperti ini biasanya menunjukkan prestasi belajar yang baik nantinya.

Namun sebagian lain dari anak-anak tersebut tampak menunjukkan sikap negatif terhadap sekolah. Mereka tampak enggan melakukan berbagai kegiatan. Jika demikian, bagaimana mengharapkan anak-anak ini berprestasi kelak? Mengapa hal ini terjadi mengingat kedua kelompok anak-anak ini memiliki kemampuan yang kurang lebih sama?

Yang sering terjadi kemudian, orang tua lalu menyalahkan guru dan sekolah karena rendahnya motivasi anak-anak mereka untuk belajar. Padahal, menurut Dr. Sylvia Rimm dalam bukunya Smart Parenting , How to Raise a Happy Achieving Child , orang tua memiliki pengaruh positif yang sangat besar terhadap pendidikan anak-anaknya. Tidak hanya ketika anak masih kecil, namun juga sepanjang hidupnya.

Berikut ini Dr. Rimm menawarkan beberapa kiat yang dapat diterapkan sejak dini untuk membantu meningkatkan keinginan si kecil belajar dan berprestasi di sekolahnya kelak. Tentu saja tidak dengan cara memaksa maupun menuntut, namun lebih pada berbagai arahan dan dukungan yang membuat anak merasa nyaman berkegiatan.

1. Menciptakan rutinitas

Rutinitas membantu anak mandiri menjalani hari-harinya. Bayangkan jika sejak si kecil bangun pagi hingga malam hari ketika hendak tidur tergantung pada orang-orang dewasa di sekitarnya untuk mengarahkannya dari satu aktivitas ke aktivitas yang lain. Anak-anak ini akan memiliki perasaan negatif terhadap dirinya, dan belajar bahwa orang lain akan selalu mengambil tanggung jawab dirinya. Dengan begitu, jangan heran, jika suatu saat Anda terganggu oleh ketergantungan anak pada Anda dalam menjalani berbagai aktivitas sehari-hari.

Karenanya, ciptakan rutinitas sejak dini dengan membiarkan si kecil melakukan sendiri kegiatan rutinnya. Buatlah jadwal rutinitas yang harus dilakukan anak. Misalnya, bangun tidur, diikuti dengan membersihkan tempat tidur, menggosok gigi lalu sarapan bersama-sama Anda. Jika si kecil belum bisa membaca jadwalnya, buatlah gambar aktivitasnya secara berurutan sehingga mudah dipahami dan diikutinya. Tentu saja penjadwalan rutinitas ini dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan dan usia anak.

2. Pembiasaan belajar

Anak usia prasekolah memang belum memiliki beban akademis yang mengharuskannya belajar pada waktu-waktu tertentu di rumah. Namun tidak ada salahnya Anda membiasakan anak duduk di meja belajar yang disediakan baginya pada saat yang sama setiap harinya, dan untuk jangka waktu yang sama pula.

Pada saat itu ajaklah si kecil melihat-lihat buku ceritanya, atau menggambar kurang lebih selama beberapa menit. Misalnya, setiap sore jam 16.00, selama beberapa menit (lebih kurang 5 menit). Cara ini membuat anak terbiasa mengerjakan pekerjaannya di atas meja yang disediakan untuknya.

Ide untuk membiasakan si kecil duduk di meja belajarnya pada saat yang sama dan jangka waktu yang sama setiap harinya didapat dari seorang ahli ilmu faal bernama Ivan Pavlov . Pavlov menemukan hukum clasical conditioning, di mana jika ada dua stimuli dihubungkan, maka stimuli kedua akan menghasilkan respons yang sama dengan stimuli pertama.

3. Meningkatkan komunikasi

Komunikasi yang baik merupakan prioritas utama dari semua kebiasaan yang dapat meningkatkan keinginan anak berprestasi. Sementara, gaya hidup di perkotaan yang sibuk membuat waktu untuk berkomunikasi dengan anak sangat terbatas. Orang tua perlu menjadwalkan waktu khusus untuk bercakap-cakap dengan anak setiap hari. Misalnya saat minum teh di sore hari, atau makan malam bersama keluarga. Yang terpenting, matikan TV atau singkirkan hal-hal yang mungkin mengganggu komunikasi Anda dengan si kecil.

Mendengar adalah salah satu bagian penting dalam komunikasi. Jika orang tua terbiasa mendengar anaknya berbicara, maka anak juga akan mendengar jika Anda berbicara. Menurut Dr. Rimm, jika orang tua memiliki kebiasaan bercakap-cakap secara teratur setiap harinya, anak akan lebih terbuka kelak ketika memasuki usia remaja. Keadaan ini diharapkan dapat mengatasi masalah-masalah yang berkaitan dengan belajar pada anak kelak, karena keengganan anak untuk berprestasi ( underachievement ), biasanya, merupakan efek lanjutan dari komunikasi yang buruk antara orang tua dan anak.

4. Bermain dan permainan

Bermain merupakan sarana utama bagi anak untuk belajar berbagai hal. Sedangkan permainan atau games biasanya merupakan latihan yang baik untuk menghadapi kompetisi yang sesungguhnya di dunia luar. Manfaat mainan dan permainan, antara lain, meningkatkan imajinasi dan pelampiasan emosi. Misalnya, dengan permainan boneka dan bermain peran. Selain itu, sambil bermain anak bisa belajar keterampilan spesial atau konsep angka. Misalnya, dengan bermain balok kartu atau puzzle .

Cobalah bersenang-senang bersama dengan menciptakan berbagai permainan dengan anak. Seimbangkan antara permainan di dalam rumah dan di luar rumah yang menghasilkan manfaat berbeda.

5. Menjadi model bagi anak

Anak akan meniru perilaku orang dewasa di sekitarnya. Mereka menjadikan Anda, orang tuanya, sebagai model yang patut diikuti. Namun, tentu saja si kecil hanya akan meniru perilaku yang terlihat olehnya. Ia tidak mungkin meniru perilaku gila kerja yang mungkin Anda miliki, misalnya, sebab ia tidak melihatnya langsung.

Karenanya, mengapa tidak menerangkan kepadanya apa yang Anda kerjakan di tempat bekerja? Daripada hanya mengeluhkan pekerjaan setiap Anda pulang bekerja, lebih baik Anda mulai menunjukkan pada si kecil bahwa Anda sangat menyukai apa pun yang Anda kerjakan. Karena, jika tidak, si kecil akan meniru perilaku Anda yang gemar mengeluhkan pekerjaan. Bukan tidak mungkin jika nantinya si kecil akan sering mengeluhkan pelajaran maupun guru-guru di sekolahnya jika Anda tidak segera mengubah sikap.

Esthi Nimita Lubis





Berkemah untuk Kecerdasan Natural Anak

13 05 2009

Banyak orangtua menjadi bingung ketika anak meminta izin untuk ikut berkemah bersama teman-temannya. Biasanya orangtua akan merasa serba salah bila harus memutuskan hal yang satu ini. Jika diizinkan, mereka takut kalau-kalau nanti terjadi sesuatu yang tidah diharapkan. Tetapi jika dilarang, anak biasanya akan marah dan merasa kecewa. Anak akan beranggapan bahwa orangtua tidak pengertian dan tidak mau memberikan kesempatan kepadanya untuk bisa bersenang-senang bersama teman.

Memberikan izin kepada anak untuk berkemah memang tidak mudah. Terutama bagi orangtua yang tidak biasa melepaskan anak bermalam di suatu tempat yang baru dan bersama pihak lain. Kondisi seperti ini akan cenderung membuat orangtua ingin melarang anak agar tidak jadi ikut berkemah. Sebab, membiarkan anak pergi berkemah boleh jadi akan membuat perasaan orangtua menjadi terasa sangat tersiksa. Bayangan-bayangan negatif yang mungkin terjadi pada diri anak selama di perkemahan akan terasa sulit sekali untuk dihapuskan.

Menyikapi hal di atas, sebagai upaya untuk menghindarkan perasaan khawatir yang berlebihan maka orangtua seyogyanya meyakinkan terlebih dahulu bahwa anak akan mengikuti acara berkemah bersama orang-orang yang dapat dipercaya dan di lokasi yang tidak membahayakan (aman). Bila semuanya sudah jelas, janganlah orangtua lupa untuk memberikan penjelasan kepada anak tentang apa saja yang harus dilakukan apabila ia mendapatkan kendala saat berkemah. Selain itu, pesankan kepada anak dengan cara yang bijak agar ia selalu menjaga diri dengan baik.

Sejatinya, banyak nilai positif yang dapat diambil oleh anak melalui berkemah ini. Beberapa di antaranya adalah mengajarkan anak bagaimana bertahan hidup, belajar bekerja sama dengan orang lain bila ia membutuhkan bantuan, belajar bagaimana cara membuat tempat untuk beristirahat yang nyaman dan aman. Selain itu, berkemah juga baik untuk merangsang kecerdasan natural (naturalist intelligence) anak. Sebab, membiarkan anak berada di ruang terbuka dapat mendorong anak mengetahui banyak informasi dan pengetahuan tentang bentuk-bentuk alam yang ada di sekitarnya ( dr. Maya & Wido , perkembangananak.com)





Mengenalkan Uang Kepada Anak

13 05 2009

Memahami cara menggunakan uang merupakan kiat sukses dalam menangani keuangan rumah tangga anda. Salah satu trik untuk menangani hal tersebut adalah dengan mengenalkan si anak cara menggunakan uang tanpa harus menjadi “matre”.
Awali dengan memberikan uang saku kepada anak sejak usia dini untuk membantu pekerjaan rumah tangga. Maka mereka dapat belajar cepat arti bekerja untuk mencari uang.

Ajari anak untuk bertanggungjawab dengan uang mereka dan bedakan antara mana yang harus dibelanjakan dan ditabung. Sebaiknya anda juga mengajari bagaimana membelanjakan uang secara bijaksana.

Tunjukkan kepada anak bagaimana anda mendapatkan uang tambahan dengan cara menabung. Jelaskan cara kerja dan bunga bank atau bursa saham, agar mereka mengerti bahwa anda bisa membuat uang agar bertambah setiap harinya. Dengan begitu anak akan bersemangat menyisihkan uangnya untuk ditabung.

Ajari mereka menghargai uang tapi bukan memujanya. Jika anda terus melatihnya, mereka akan semakin percaya diri dan mampu menangani urusan keuangan sendiri. [perempuan]





Little Farmer : Agrowisata Tempat Bermain & Belajar

8 05 2009

Di tempat ini, anak-anak tidak hanya bisa menikmati asyiknya bercocok tanam dan beternak tapi juga segarnya susu murni dan ranumnya buah stroberi.

Sekilas tidak ada yang asing dari lahan agrowisata yang terletak di kaki gunung Tangkuban Perahu ini. Seperti halnya lahan pertanian lain, Little Farmer (LF) merupakan lahan perkebunan yang luas. Beragam buah-buahan
dan sayuran seperti wortel, selada, lobak, tomat, stroberi, anggrek, dan arbei ditanam di lahan seluas 28 hektar ini. Sementara udara dingin yang menusuk tulang membuat para pengunjung enggan melepas mantel tebalnya.
Suasana wisata sudah mulai terasa saat memasuki gerbang LF. Aneka tulisan warna-warni yang berfungsi sebagai penunjuk jalan, juga penataan lahan dan fasilitas yang ada membuktikan LF bukan lahan pertanian biasa.

Fauzan Rahimi, salah seorang instruktur, menuturkan, LF dibangun tahun 1996 secara tak sengaja. Saat itu, perkebunan yang berada di bawah perusahaan farmasi Bio Farma mendapat kunjungan dari salah satu TK yang
berlokasi di Bandung. “Pihak sekolah ingin mengenalkan anak didiknya bagaimana tanaman tumbuh dan berkembang. Selain ingin melihat secara langsung bagaimana memanen aneka tanaman dan buahan-buahan tersebut,” tutur pria yang masih kuliah di Fakultas Pertanian UNPAD ini.
Berangkat dari pengalaman itulah pihak Bio Farma melalui koperasi karyawannya berniat mengubah lahan pertanian mereka menjadi lahan edukasi pertanian bagi anak-anak. Akhirnya, pada bulan Oktober 2001 lahan agrowisata tersebut secara resmi dibuka untuk umum dengan nama “Little Farmer”. “Kami ingin membawa anak-anak mengenal sejak dini proses bercocok tanam, beternak hewan dan memanen.”

WISATA TERNAK YANG MENGAGUMKAN

Saat ini LF memiliki 25 kandang sapi, 100 kandang kelinci, dan belasan kandang hamster. Anak-anak yang berkunjung akan ditemani seorang instruktur. Banyaknya instruktur tentu disesuaikan dengan jumlah
pengunjung. Biasanya seorang instruktur mendampingi 10-15 anak.

Kunjungan dimulai dengan mengajak anak-anak yang dibagi secara berkelompok untuk melihat-lihat aneka ternak.
Selama perjalanan, pengunjung cilik akan mendapat segudang informasi mengenai ternak yang ada di kandang. Saat berada di area peternakan sapi, contohnya, selain boleh mencicipi susu murni, instruktur akan menerangkan bagaimana kehidupan hewan memamah biak ini, termasuk apa makanannya dan bagaimana sistem reproduksinya.
Mayoritas pengunjung menunjukkan antusiasme dengan ikut memberi makan dan mengelus-elus sapi-sapi di situ. Meski ada juga yang terlihat ketakutan saat baru mendekatinya. Bahkan ada pula yang langsung ingin pulang hanya karena tak kuat mencium bau tak sedap kotoran sapi.

Dari kandang sapi, mereka akan diajak menyaksikan dari dekat kehidupan keluarga kelinci. Ada kelinci yang berbulu seperti singa, atau kelinci amerika yang memiliki aneka warna menarik, dan ada kelinci belanda yang
berwarna abu-abu. Anak-anak umumnya tak bisa menyembunyikan kekaguman mereka pada binatang imut ini. Terlebih saat diperlihatkan keluarga hamster, spontan mereka berlomba-lomba ingin mengelus-elus binatang yang
mirip tikus ini.

WISATA KEBUN YANG MENARIK

Selain wisata ternak, anak-anak juga mendapat informasi lengkap tentang bagaimana bercocok tanam. Di sini mereka akan diajak menelusuri lahan perkebunan wortel. Menariknya, pengunjung bukan sekadar mendapatkan
teori, tapi juga turun langsung menanam bibit wortel yang diawali menggali tanah, memasukkan bibit, kemudian kembali menguburkannya. Bahkan diajarkan pula bagaimana agar bibit wortel tersebut bisa tumbuh dengan baik, yakni dengan menyiram dan memberinya pupuk di lahan yang ditanami wortel tadi.

Anak-anak lantas diajak ke kebun wortel yang sudah siap panen. Dihadapan tanaman wortel yang berjajar rapi, mereka mendapat penjelasan mengenai daun, batang, dan akar wortel. Merasa tidak tahu harus berbuat apa, mereka kemudian serentak menanyakan bagaimana caranya memanen wortel. Apakah dengan dipetik, ditarik daunnya atau dicabut sampai ke akarnya.

Selesai memanen, bocah-bocah cilik itu kemudian dengan bangga memamerkan wortel merah hasil cabutannya. Jepret…jepret… bidikan kamera poket yang dibawa para guru segera mengabadikan momen tersebut.
Usai berkeliling, pengunjung bisa menyantap olahan sayur mayur yang ditanam di LF. Tentu saja selera makan mereka jadi tergugah karena makan siang disajikan di sebuah saung terbuka dengan pemandangan alam air
terjun Curug Cimahi yang dikelilingi hutan pinus.

AKTIVITAS MENANTANG

Tidak hanya itu. Di LF anak-anak juga bisa melakukan aktivitas lain yang menantang seperti outbound. Salah satunya Flying Fox yang memungkinkan pengunjung cilik meluncur dari satu pohon ke pohon lainnya hanya dengan
menggunakan tali. Anak-anak pun bisa menyusuri aliran sungai di kaki bukit Tangkuban Perahu. Sementara jembatan goyang yang bisa membuat anak-anak basah oleh percikan air membuat mereka semakin dekat dengan
alam. Kalau mau, anak-anak juga bisa menikmati indahnya pemandangan sekeliling LF dengan berkuda.

Demi kelancaran kegiatan, pihak LF meminta peserta yang akan berkunjung menghubungi petugas LF beberapa hari sebelum kedatangan. Perlu dicatat, kantor LF buka setiap hari Senin sampai Jumat mulai pukul 16.00.
Sedangkan khusus Sabtu dan Minggu dari pukul 07.30 sampai pukul 14.00.

Saeful Imam.
Alamat: Little Farmer
Jl. Kolonel Masturi 339, Cisarua, Cimahi





Observatorium Bosscha : “Wisata Sains Astronomi”

7 05 2009

Sampai sekarang, keberadaannya tak dirancang sebagai tempat rekreasi.  Namun melalui perjanjian, kita dan anak-anak bisa masuk ke dalam observatorium ini untuk menikmati wisata ilmiah astronomi.  Dulu, sekitar tahun ’20, pernah diadakan pertemuan perhimpunan ilmu bintang Hindia Belanda (Nederlandsch-Indische Sterrenwacht) di lobi hotel Savoy Homan, Bandung. Dalam pertemuan itu, diputuskan rencana pembangunan sebuah observatorium bintang yang tangguh di Hindia Belanda.

Pencarian lokasi pun dilakukan. Pilihan jatuh di salah satu pegunungan Anak Tangkuban Parahu, kurang lebih 15 km ke arah utara dari pusat kota Bandung.
Kala itu, lokasi tersebut dipilih karena jauh dari keramaian. Asal tahu saja, keramaian yang biasanya ditingkahi cahaya lampu bangunan, lampu mobil dan lampu jalanan bisa mengganggu proses pengamatan ke luar angkasa. Selain bebas dari polusi cahaya, tempat ini pun dianggap mempunyai ketinggian sangat ideal, yaitu 1300 m di atas permukaan laut. Dari situ pemandangan ke arah timur, barat, utara dan selatan menghampar luas sehingga pengamatan dapat dilakukan secara leluasa.

Baru pada 1928, bangunan beratap kubah yang dirancang arsitek KCPW Schoemaker ini, resmi berdiri. Bangunan itu dinamakan Observatorium Bosscha untuk menghormati sang penggagas yang juga menyandang dana
pembangunannya, yaitu Karel Albert Rudolf Bosscha. Beliau seorang pengusaha perkebunan teh di Malabar yang sangat mencintai ilmu pengetahuan, terutama astronomi. Dengan uangnya, Bosscha membiayai pembelian teropong yang saat itu sama modernnya dengan teropong-teropong lain di luar Hindia Belanda. Kini, Observatorium Boscha dikelola Departemen Astronomi ITB.

PROGRAM OBSERVATORIUM BOSSCHA

Selain digunakan untuk penelitian serta pengembangan keilmuan astronomi, Observatorium Bosscha juga digunakan sebagai sarana pendidikan publik di bidang astronomi. Makanya, tempat ini terbuka bagi siapa saja. Dari situ diharapkan akan makin banyak orang Indonesia, khususnya generasi penerus, yang tertarik menggeluti dunia astronomi. “Juga, sebenarnya kegiatan pengabdian pada masyarakat sudah merupakan program kerja
Obeservatorium Bosscha sejak dulu,” ujar Dr. Moedji Raharto, Direktur Observatorium Boscha Departemen Astronomi FMIPA-ITB.

Untuk melayani pengunjung awam, Bosscha menyediakan penerangan mengenai ilmu astronomi secara global. “Penjelasannya dibantu dengan slide show dan alat-alat peraga agar mudah ditangkap.” Dengan begitu, pengunjung bisa mendapat gambaran mengenai gugusan bintang, rasi bintang, tata surya, hingga galaksi di jagat raya dan pergerakan-pergerakan anggota tata surya serta bintang-bintang secara sederhana. Selanjutnya,
pengunjung diajak mengenal astronomi secara langsung dengan menggunakan teropong.

Yang terbesar adalah teropong Zeiss, beratnya mencapai 17 ton. Kita boleh bangga memilikinya karena teropong refraktor ganda ini merupakan salah satu teropong terbesar di dunia. Empat teropong lainnya yang lebih
kecil adalah teleskop Bamberg, teleskop Schmidt-Bimasakti, teleskop Goto, dan teleskop Unitron.
Pengunjung jangan takut pusing atau “bakal enggak nyambung”, sebab siapa pun yang mengajukan pertanyaan akan dijawab dengan penjelasan mendetail yang disampaikan dalam bahasa populer. “Bahkan, supaya pengunjung lebih puas, kami menyediakan note book tentang Observatorium Bosscha yang
isinya menerangkan sejarah hingga keterangan teropong yang terdapat di sini,” tambah Moedji.

ANAK TK PUN BOLEH

Tak hanya itu, Observatorium Bosscha yang open house dari Selasa hingga Sabtu dengan program kunjungan siang dan malam, siap, lo, menerima kunjungan anak TK. “Sudah tentu pendampingan dan penjelasan kepada
mereka tidak sama dengan yang dilakukan terhadap pengujung dewasa atau remaja. Taraf pengetahuan mereka masih sangat terbatas, apalagi soal imu astronomi,” ungkap Moedji.

Itu sebab, pendamping yang menemani anak-anak dipilih yang bisa dekat dengan mereka agar seluruh informasi bisa diberikan secara efektif dan mengena. Caranya, penjelasan dijabarkan secara sederhana dan benar-benar
konkret, hingga bisa ditangkap nalar anak. Misal, “Bintang terang karena mempunyai atau mengeluarkan cahaya sendiri seperti matahari. Bulan tampak bercahaya karena dia memantulkan cahaya dari matahari,” demikian
Moedji memberi contoh.

Rupanya, pihak observatorium menyadari betul, transfer ilmu astronomi harus dilakukan kepada anak-anak TK sekalipun. “Dengan begitu informasi akan tertanam dalam diri mereka yang nantinya bisa mendorong anak-anak
menggeluti dan mengembangkan ilmu astronomi. Bukankah pengenalan ilmu pengetahuan lebih baik diberikan sejak dini?” lanjut Moedji.
Bagaimana, Bu-Pak, tertarik? Jika ya, kita harus menghubungi dulu pihak Observatorium Bosscha jauh-jauh hari sebelumnya. Kunjungan bisa terdiri atas perorangan ataupun rombongan dengan jumlah maksimal 150 orang.
Untuk perorangan dikenakan biaya Rp 5.000-Rp 10.000, sedangkan rombongan Rp 100.000-Rp 450.000. Pun kita bisa memilih mau ikut program siang atau malam. Asyik, kan?

Ditambah lagi, selain mengamati luar angkasa, kita pun bisa “menikmati” arsitektur peninggalan pemerintahan kolonial Hindia Belanda yang masih utuh fisiknya. Hanya saja, seperti yang disesalkan Moedji, seiring
berkembangnya jaman, keberadaan Observatorium Bosscha semakin terdesak oleh pemukiman penduduk. Tak pelak, langit yang menaungi kubah bangunan bersejarah itu kini terpolusi oleh cahaya.

Observatorium Bosscha-Departemen Astronomi ITB
Lembang-Bandung 40391
web-site: http://www.bosscha.itb.ac.id





Bagaimana Caranya Anak Belajar?

7 05 2009

Anak-anak belajar secara alami – mereka penuh rasa ingin tahu, penuh minat, dan semangat untuk belajar hal-hal baru. Cara yang terbaik untuk mengajarkan anak adalah mengembangkannya melalui aktifitas bermain yang alami tersebut.

ANAK BELAJAR MELALUI BERMAIN. Anak memang jago dalam bermain dan enjoy banget. Bagi anak, bermain adalah pekerjaan mereka. Bermain itu membantu perkembangannya secara total dan sebaiknya digabungkan dengan semua yang dilakukan anak.

ANAK BELAJAR DENGAN MELAKUKAN. Anak belajar melalui keterlibatan langsung yang aktif dengan objek-objek konkret. Mereka perlu pengalaman-pengalaman langsung dengan hal-hal riel seperti misalnya eksperimen-eksperimen science, konstruksi, projek-projek seni, bermain peran serta field trips.
AKU MENDENGAR DAN AKU LUPA
AKU MELIHAT DAN AKU MENGINGAT
AKU LAKUKAN DAN AKU MENGERTI

ANAK BELAJAR MELALUI INDERANYA. Anak belajar dengan melihat, mendengar, meraba dan mencium. Bayangkan bila semua indera seperti jalan. Maka lebih banyak jalan yang menuju ke otak lebih banyak pula kemungkinan terjadinya proses belajar. Dalam hal ini sensory learning membutuhkan berbagai media dan materi guna merangsang setiap indera anak.

ANAK BELAJAR MELALUI BAHASA. Anak perlu untuk bercerita mengenai pengalaman-pengalamannya serta untuk mengungkapkan secara verbal apa yang sedang mereka pikirkan. Guru dapat membantu kemampuan berbahasa dengan cara menceriterakan apa saja yang sedang mereka lakukan, menyebutkan objek-objek, menjelaskan apa yang sedang dipikirkan anak serta bertanya dan menjawab pertanyaan-pertanyaan .

ANAK BELAJAR SAMBIL BERGERAK. Anak-anak selalu bergerak. Mereka memiliki daya konsentrasi yang terbatas dan biasanya tidak sanggup lama duduk tenang sambil menulis ataupun menggambar. Arahkan energi mereka dengan pengalaman menggunakan seluruh tubuh mereka di mana mereka dapat bergerak dan menggunakan tangan, kaki, kepala serta seluruh badan mereka untuk belajar.

ANAK BELAJAR KARENA TERMOTIVASI. Motivasi adalah kunci untuk belajar. Bahan-bahan yang menarik serta lingkungan yang penuh rangsangan akan dapat mencetuskan keingintahuan anak serta membangkitkan semangat untuk belajar. Pujian, hadiah-hadiah dan juga orang tua serta guru yang menampakkan kepuasan serta kesenangan mereka serta sebab-sebab pribadi lainya dapat menambah motivasi anak untuk belajar.

ANAK BELAJAR PADA TINGKATAN MEREKA MASING-MASING. Ketahuilah latar belakang kehidupan serta ketrampilan anak didik Anda. Hal ini akan dapat membantu Anda dalam membentuk suatu program yang tepat bagi masing-masing anak. Bila aktifitas-aktifitasnya terlalu mudah, anak akan bosan, tapi bila terlalu sukar, anak dapat frustrasi. Pecahkan aktifitas yang sukar menjadi beberapa langkah yang kecil agar setiap anak dapat sukses dan dapat bergerak dari aktifitas yang sederhana ke aktifitas yang semakin kompleks.

ANAK BELAJAR MELALUI PUJIAN DAN PENGUATAN. “Tidak ada yang sukses seperti sukses itu sendiri.” Pengalaman-pengalaman yang positif serta pujian mendorong anak untuk lebih belajar sambil membangun percaya diri. Berilah anak didik Anda dorongan yang terus menerus dengan senyuman, acungan jempol, serta dorongan secara verbal.

ANAK BELAJAR MELALUI MENIRU.. Anak belajar dari mengamati orang lain lalu meniru apa yang mereka lihat dan dengar. Anak juga meniru nilai-nilai serta sikap yang mereka lihat pada orang tua, guru serta lingkungan sekitar.

ANAK BELAJAR MELALUI PENGULANGAN. Anak mendapat pengetahuan melalui pengulangan dan melalui pengalaman-pengalaman yang telah didapat selama ini. Jumlah waktu yang digunakan dalam aktifitas-aktifitas juga merupakan faktor yang signifikan dalam hal belajar.

ANAK BELAJAR DARI BEREKSPERIMEN. Anak memerlukan kebebasan untuk mencoba, menjelajahi, bereksperimen dan memilih. Karena mereka belajar melalui trial dan error, terimalah kesalahan mereka lalu berilah feedback dan dukungan.

ANAK BELAJAR MELALUI PENAMPAKKAN. Anak seperti spons ,Karena itu mereka paling banyak belajar di tahun-tahun usia balita dibandingkan dengan tahun-tahun lainnya.. Mereka perlu dirangsang dengan berbagai macam bahan, aktifitas serta pokok persoalan.

ANAK BELAJAR MELALUI INTERAKSI DENGAN TEMAN. Menakjubkan sekali. Begitu banyak yang dapat dipelajari anak melalui berbicara, mengamati serta bermain dengan teman-temannya, saudara dan lainnya di dalam lingkungannnya. Mengajarkan sesuatu pada anak melalui teman sebayanya merupakan cara belajar yang tidak dapat dianggap remeh.

ANAK BELAJAR DI LINGKUNGAN YANG POSITIF. Anak perlu merasa dicintai, aman serta terjamin bila harus belajar. Suasana yang hangat dan diterima akan lebih menguntungkan daripada suasana penuh ancaman ataupun kompetitif.

ANAK BELAJAR BILA KEBUTUHAN FISIKNYA TERPENUHI. Anak yang lapar, ngantuk atau stres akan mengalami kesulitan dalam belajar. Pastikan anak menerima gizi yang cukup, istirahat yang cukup serta dukungan emosional yang terpenuhi.

ANAK BELAJAR MELALUI SUATU KESELURUHAN. Belajar tidak terisolasi tapi seharusnya dihubungkan dan terintegrasi di dalam semua aspek dari sebuah kurikulum. Belajar juga sebaiknya terfokus pada anak secara keseluruhan dengan memenuhi semua kebutuhan fisik, sosial, emosional dan intelektual si anak.

Nah, bila garis-garis pedoman tersebut di atas diikuti, anak akan ke sekolah dengan penuh semangat, belajar dengan semangat pula serta menjadi murid yang mandiri. Mereka akan dapat memiliki dasar yang kuat, percaya diri akan kemampuan-kemampuannya serta memiliki ketrampilan sepanjang hidupnya yang akan membantu mereka untuk selalu ingin belajar.








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.